Kultum Subuh

Agar Canda tak Mendatangkan Dosa

Ustadz Sadmonodadi

 

B

ercanda adalah salah satu cara manusia untuk mengekspresikan kebahagiaan, mempererat hubungan sosial, dan menciptakan suasana yang lebih akrab dalam berbagai interaksi. Canda tawa sering kali menjadi bumbu dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pertemanan, maupun di tempat kerja. Islam sendiri tidak melarang umatnya untuk bercanda, selama tetap berada dalam batasan yang wajar dan tidak melanggar norma-norma agama serta etika sosial.

Namun, dalam praktiknya, tidak semua bentuk candaan membawa kebaikan. Terkadang, tanpa disadari, candaan bisa menyakiti perasaan orang lain, mengandung unsur kebohongan, atau bahkan menjurus kepada penghinaan dan pelecehan. Inilah yang perlu diwaspadai, karena dalam Islam, setiap ucapan dan perbuatan memiliki konsekuensi. Rasulullah dikenal sebagai sosok yang gemar bercanda, tetapi beliau selalu menjaga ucapannya agar tetap mengandung kebenaran dan tidak menyakiti orang lain.

Di era modern, bercanda tidak hanya terjadi dalam pertemuan langsung, tetapi juga melalui media sosial dan komunikasi digital lainnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap individu untuk memahami adab dalam bercanda agar tidak terjerumus ke dalam dosa.

Agar bercanda tidak menghadirkan petaka bagi kehidupan sosial dan tidak menghadirkan dosa ada adab-adab yang harus diikuti. Diantara adab bercanda adalah sebagai berikut :

1.      Tidak Mengandung Kebohongan

Dalam Islam, bercanda tidak boleh didasarkan pada kebohongan. Rasulullah SAW bersabda:

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ

"Celakalah orang yang berbicara lalu berdusta agar orang-orang tertawa karenanya. Celakalah dia, celakalah dia!" (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Dari hadis ini, jelas bahwa bercanda yang mengandung kebohongan, seperti membuat berita palsu atau menipu orang lain, dilarang dalam Islam.

2.      Tidak Menyakiti Perasaan Orang Lain

Bercanda harus dilakukan dengan cara yang tidak merendahkan atau menyakiti perasaan orang lain. Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka yang diperolok lebih baik dari mereka yang mengolok-olok..." (QS. Al-Hujurat: 11)

Ayat ini mengingatkan bahwa mengejek atau mempermalukan orang lain dalam bercanda bisa menjadi dosa dan menyebabkan permusuhan.

3.      Tidak Mengandung Ucapan Kotor atau Kasar

Islam mengajarkan umatnya untuk selalu menjaga lisan, termasuk dalam bercanda. Rasulullah SAW bersabda:

لَيْسَ المُؤْمِنُ بِالطَعَّانِ، وَلَا اللَعَّانِ، وَلَا الفَاحِشِ، وَلَا البَذِءِ

"Seorang mukmin bukanlah orang yang suka mencela, bukan orang yang suka melaknat, bukan orang yang keji, dan bukan orang yang suka berbicara kotor." (HR. Tirmidzi)

Oleh karena itu, bercanda dengan kata-kata kasar, hinaan, atau makian sangat tidak dianjurkan.

4.      Tidak Berlebihan

Segala sesuatu yang berlebihan, termasuk bercanda, tidak baik dalam Islam. Terlalu sering bercanda dapat membuat seseorang lalai dari kewajiban dan keseriusan dalam hidup. Rasulullah SAW bersabda:

وَلَا تُكْثِرِ الضَّحِكَ، فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ القَلْبَ

"Janganlah kamu banyak tertawa, karena banyak tertawa akan mematikan hati." (HR. Tirmidzi)

Bercanda yang berlebihan juga bisa membuat seseorang kurang dihormati dan tidak dianggap serius dalam perkataan maupun tindakannya.

5.      Mengandung Kebaikan dan Menjaga Kehormatan

Bercanda yang dianjurkan adalah yang membawa kebahagiaan tanpa merugikan orang lain. Rasulullah SAW sering bercanda dengan para sahabat dan keluarganya, namun tetap dalam batas yang sopan dan penuh hikmah.

Salah satu contoh canda Rasulullah adalah ketika beliau bercanda dengan seorang nenek yang meminta doa agar masuk surga. Rasulullah berkata, "Tidak ada nenek-nenek di surga." Nenek itu pun terkejut, lalu Rasulullah melanjutkan, "Karena mereka akan kembali menjadi muda sebelum masuk surga." (HR. Tirmidzi)

Ini menunjukkan bahwa bercanda bisa menjadi cara untuk menyenangkan hati orang lain selama dilakukan dengan cara yang baik dan penuh hikmah.

Kesimpulan

Bercanda adalah hal yang diperbolehkan dalam Islam selama tetap berada dalam batas yang wajar dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai akhlak Islam. Seorang Muslim harus menjaga ucapannya agar tidak berdusta, tidak menyakiti, tidak berlebihan, serta tetap dalam kebaikan. Rasulullah SAW telah memberikan contoh terbaik dalam bercanda yang tetap menyenangkan tanpa melanggar norma agama. Semoga kita semua dapat meneladani beliau dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam bercanda. Aamiin.

-------------------

 Download Versi PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama