Kultum Subuh

Mengejar Dunia

Untuk Menggapai Akhirat

Ustadz Sadmonodadi

 

Pendahuluan

D

unia adalah tempat sementara yang diberikan kepada manusia sebagai ladang untuk beramal dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang kekal di akhirat. Dalam Islam, dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meraih kebahagiaan hakiki di akhirat. Oleh karena itu, memahami urgensi dunia dalam kaitannya dengan kehidupan setelah mati menjadi hal yang sangat penting bagi setiap Muslim.

Allah telah menciptakan dunia sebagai ujian bagi manusia, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-Mulk ayat 2: "(Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian, siapa di antara kalian yang paling baik amalnya." Dari ayat ini, jelas bahwa dunia adalah tempat bagi manusia untuk membuktikan keimanan mereka melalui amal saleh. Kesadaran bahwa dunia bersifat fana dan akhiratlah yang abadi akan mendorong seseorang untuk menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab dan ketakwaan.

Dunia Sebagai Sarana Menuju Akhirat

Rasulullah adalah contoh terbaik dalam memanfaatkan dunia untuk akhirat. Beliau seorang pedagang sukses sebelum menjadi Nabi, tetapi hartanya digunakan untuk perjuangan Islam. Para sahabat seperti Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan adalah saudagar kaya, tetapi kekayaan mereka menjadi jalan menuju surga dengan banyaknya sedekah yang mereka berikan.

Sebagian orang berpikir bahwa untuk mencapai akhirat, kita harus meninggalkan dunia sepenuhnya. Padahal, Islam tidak mengajarkan demikian. Islam adalah agama yang menyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akhirat.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) dunia..." (QS. Al-Qasas: 77).

Dunia adalah tempat kita mencari bekal untuk akhirat. Harta, pekerjaan, ilmu, dan jabatan semuanya dapat menjadi jalan menuju surga jika digunakan dengan benar.

Menjadikan Dunia sebagai Sarana Menuju Akhirat

Rasulullah dan para sahabat adalah contoh terbaik dalam memanfaatkan dunia untuk akhirat. Mereka sukses dalam usaha dan perdagangan, tetapi tetap menjadikan akhirat sebagai tujuan utama.

Beberapa sahabat seperti Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin Affan adalah saudagar kaya, tetapi mereka menggunakan kekayaannya untuk perjuangan Islam. Mereka tidak menjadikan harta sebagai tujuan, melainkan sebagai alat untuk meraih ridha Allah.

Bagaimana Meraih Dunia untuk Akhirat?

1.     Niat yang Lurus

Segala aktivitas duniawi seperti bekerja, berdagang, dan menuntut ilmu harus diniatkan karena Allah. Bukan sekadar mencari keuntungan duniawi, tetapi juga sebagai sarana ibadah dan kebaikan.

2.     Mencari Rezeki yang Halal

Rasulullah bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبَاً

"Sesungguhnya Allah itu baik dan tidak menerima kecuali yang baik." (HR. Muslim)

Oleh karena itu, kita harus mencari rezeki dengan cara yang halal dan menjauhi riba, penipuan, serta kezaliman dalam perdagangan dan pekerjaan.

3.      Menggunakan Harta di Jalan yang Benar

Rasulullah bersabda:

"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang hartanya: dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan." (HR. Tirmidzi).

Harta yang kita peroleh harus dimanfaatkan untuk kebaikan, seperti membayar zakat, sedekah, infaq, membantu orang lain, dan mendukung perjuangan Islam.

4.      Tidak Lalai dari Ibadah

Kesibukan dunia tidak boleh membuat kita lalai dari ibadah kepada Allah. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ

"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah..." (QS. Al-Munafiqun: 9).

Kita harus tetap menjaga salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, dan melakukan amal shalih lainnya meskipun sibuk dengan urusan dunia.

Kesimpulan

Dunia merupakan tempat yang Allah berikan kepada manusia sebagai sarana untuk beramal dan mempersiapkan kehidupan di akhirat. Islam tidak melarang manusia untuk mencari harta dan kesuksesan duniawi, tetapi mengajarkan keseimbangan agar dunia tetap menjadi alat, bukan tujuan akhir. Rasulullah dan para sahabat telah memberikan contoh bagaimana menggunakan dunia untuk meraih kebahagiaan akhirat, baik melalui harta, ilmu, maupun kedudukan.

Untuk menjadikan dunia sebagai sarana menuju akhirat, diperlukan niat yang lurus, mencari rezeki yang halal, menggunakan harta di jalan yang benar, serta tidak lalai dari ibadah kepada Allah. Dengan demikian, seseorang dapat menjalani kehidupan dunia dengan penuh tanggung jawab dan menjadikannya sebagai ladang amal yang akan memberikan kebahagiaan abadi di akhirat.

---------------------------

       Download Versi PDF 


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama