Teks Khutbah Idul Fitri 1446 H

Menjaga Iman & Taqwa

Sepanjang Tahun

Ustadz Sadmonodadi

 

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ جَعَلَنَا مِنْ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ. اَشْـهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ هَدَى مَنْ شَـاءَ اِلىَ الصِّـرَاطِ الْمُسْـتَقِيْمِ, وَاَشْـهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ خَيْرُ دَاعٍ اِلَى الطَّـرِيْقِ الْقَوِيْمِ. اَللّهُـمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَ أَصْحَابِهِ  وَ بَارِكْ وَسَلِّمْ. اَمَّابَعْدُ : يَااَيُّهَـا النَّاسُ ! اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ.   قَالَ تَعَالَى: وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ.

Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa Ilaha Illa Allahu Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah!

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kesehatan sehingga kita dapat menyempurnakan ibadah Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang istiqomah dalam kebaikan.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad , beserta keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqomah hingga hari kiamat. Dialah suri teladan terbaik yang menunjukkan kepada kita bagaimana menjaga keimanan dan ketakwaan di setiap waktu, bukan hanya di bulan Ramadhan, tetapi sepanjang tahun.

Jamaah yang berbahagia,

Hari ini kita merayakan kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, menahan lapar dan dahaga, serta mendekatkan diri kepada Allah. Namun, ujian sejati bagi kita bukanlah di bulan Ramadhan semata, melainkan bagaimana kita menjaga ketakwaan dan spiritualitas kita sepanjang tahun. Allah berfirman:

وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ

"Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian." (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa ibadah kepada Allah bukanlah sesuatu yang bersifat musiman. Ramadhan memang menjadi momentum luar biasa untuk meningkatkan ibadah, tetapi setelah Ramadhan, semangat beribadah harus tetap terjaga. Jangan sampai kita menjadi Ramadhaniyun yakni orang-orang yang hanya rajin beribadah di bulan Ramadhan. Mereka  tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan.

Perilaku yang dekian perlu kita hindari.  Ingatlah,  agama mengajarkan pentingnya konsisten dalam beribadah. Rasulullah bersabda:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

"Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang terus-menerus dilakukan meskipun sedikit." (HR. Bukhari & Muslim)

Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar kabiira!

Ma'asyiral Muslimin yang dimuliakan Allah,

Agar kita bisa menjaga iman dan taqwa  sepanjang tahun, ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan. Langkah-langkah itu adalah :

Pertama, menjaga shalat lima waktu secara berjamaah.
Shalat adalah tiang agama yang harus tetap ditegakkan agar hubungan kita dengan Allah tetap kuat. Rasulullah
bersabda:

الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjanjian antara kami dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat, maka barang siapa meninggalkannya, sungguh ia telah  melakukan  kekafiran." (HR. Tirmidzi).

Menjaga sholat berjamaah di masjid bukan sekadar kewajiban bagi seorang Muslim, tetapi juga merupakan bentuk kesungguhan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dengan menunaikan sholat berjamaah, kita mendapatkan pahala yang berlipat ganda, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta melatih disiplin dan konsistensi dalam ibadah.
Rasulullah
bersabda:
"Shalat berjamaah lebih utama dibandingkan shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat." (HR. Bukhari & Muslim).

Sidang Id rahimakumullah!

Langkah kedua dalam menjaga iman dan taqwa, Melanjutkan kebiasaan membaca Al-Qur’an
Jangan biarkan Al-Qur’an hanya menjadi bacaan Ramadhan, tetapi jadikan ia sebagai pedoman hidup setiap hari. Allah berfirman:

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ ۝٩

" Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar" .  (QS. Al-Isra: 9).

Membaca Al-Qur'an bukan sekadar ibadah rutin, tetapi merupakan kebutuhan jiwa yang memberikan cahaya dalam kehidupan seorang Muslim. Al-Qur'an merupakan sumber inspirasi dan kekuatan yang dapat membimbing seseorang menjalani kehidupan dengan penuh makna dan keberkahan. Keistimewaan membaca Al-Qur'an bukan hanya mendatangkan pahala yang besar, tetapi juga menghadirkan ketenangan hati, memperkuat iman, dan menjaga seseorang dari kelalaian serta perbuatan maksiat.

Selain itu, membaca Al-Qur’an juga menjadi jalan untuk mendapatkan syafaat di akhirat. Rasulullah telah menegaskan bahwa Al-Qur’an akan menjadi pembela bagi mereka yang senantiasa membacanya.

Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar kabiira!

Sidang Id rahimakumullah!

Ketiga, Memperbanyak sedekah dan amal shalih

Sedekah memiliki peran penting dalam kehidupan seorang Muslim, baik dari segi spiritual maupun sosial. Dalam Islam, sedekah bukan hanya sekadar memberikan harta, tetapi juga merupakan wujud kepedulian terhadap sesama dan bentuk rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberikan. Rasulullah bersabda,

وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

"Sedekah itu dapat memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api." (HR. Tirmidzi).

Selain itu, sedekah juga memiliki dampak besar dalam menciptakan kesejahteraan sosial. Dengan membantu mereka yang membutuhkan, kita turut berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan ekonomi dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Allah berjanji bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, justru akan dilipatgandakan keberkahannya, sebagaimana firman-Nya:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. Al-Baqarah: 261).

Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allahu Akbar kabiira!

Kaum Muslimin Rahimakumullah!

Langkah ke empat dalam mengokohkan iman dan taqwa adalah, menjaga lingkungan dan pergaulan yang baik.

Teman yang shalih akan membantu kita tetap berada di jalan yang benar. Rasulullah bersabda:

لْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian”. (HR. Abu Daud

Jika selama Ramadhan kita berada dalam lingkungan yang baik dan selalu mengingatkan dalam kebaikan, maka setelahnya, kita harus tetap menjaga lingkungan yang sama. Hindari pergaulan yang membawa kita menjauh dari Allah dan gantilah dengan orang-orang yang dapat mengingatkan kita pada kebaikan. Ingatlah bahwa lingkungan yang baik akan memberikan pengaruh besar terhadap keimanan kita.

Jama’ah Id rahimakumullah!

Yang Kelima, Selalu memohon pertolongan kepada Allah.

Rasulullah mengajarkan doa: "Ya Muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik" (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu) (HR. Tirmidzi).
Tidak ada yang dapat menjaga hati kita selain Allah. Oleh karena itu, kita harus senantiasa memohon kepada-Nya agar diberikan keteguhan dalam iman dan istiqomah dalam kebaikan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar. Laa Ilaha Illa Allahu Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahilhamd.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Mari kita jadikan Idul Fitri ini sebagai titik awal untuk menjaga iman dan taqwa  sepanjang tahun. Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan menjadikan kita hamba-Nya yang istiqomah dalam kebaikan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم, الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى خَاتَمِ اْلأَ نْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ. رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِن قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ.  رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. اَللهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وَصِيَامَنَا وَأَعْمَالَنَا وَجَمِيِعَ عِبَادَاتَنَا بِرَحْمَتِكَ يَا َأرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.  اَللّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَا شُنَا وَ أَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَا دُنَا, وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ.

اللَّهُمَّ أَعِزَّالْإِسْلَامَا وَ لْمُسلِمِين اللَّهُمَّ انْصُرْإِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين اللَّهُمَّ ثَبِّتْإِ يمَانَهُمْ وَأَ نْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَىقُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ اللَّهُمَّ دَمِّرِ لْيَهُودا وَ إِسْرَآئِل وَشَتِّتْ شَمْلَهُم وَ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اللَّهُمَّ انْصُرْ عَلَى المُجَاهِدِينَ أَعْدَائِنَا وَأَ عْدَاءَ الدِّين بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ مُحَمَّدٍ

رَبَّنَا اتِنَـا فِى الدُّنْيـَا حَسَنَةً وَّ فِى  اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَـا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Untuk membaca atau mencetak file khutbah Idul Fitri  berbahasa Indonesia ini dalam bentuk PDF silahkan download melalui tautan berikut ini :


DOWNLOAD 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama