Kultum Subuh
Ta’awun
Ustadz
Sadmonodadi
I |
slam menekankan
pentingnya sikap ta'awun atau tolong-menolong dalam kehidupan
sehari-hari. Ta'awun bukan hanya sebatas ajakan moral, tetapi merupakan
perintah yang memiliki dampak besar dalam menciptakan kehidupan yang harmonis
dan sejahtera. Dalam ajaran Islam, tolong-menolong menjadi fondasi bagi
terbentuknya masyarakat yang saling peduli dan mendukung satu sama lain.
Allah
SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا
تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ
"Dan
tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan
tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada
Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksa-Nya."
(QS. Al-Ma’idah: 2)
Ayat
ini menunjukkan bahwa ta'awun merupakan prinsip dasar dalam kehidupan
bermasyarakat. Islam mendorong umatnya untuk bekerja sama dalam hal kebaikan,
seperti membantu yang membutuhkan, berdakwah, serta berkontribusi dalam
pembangunan sosial dan ekonomi. Sebaliknya, umat Islam dilarang untuk bekerja
sama dalam keburukan, seperti perbuatan zalim, fitnah, dan tindakan yang
merugikan orang lain.
Perlunya Ta'awun
dalam Kehidupan Bermasyarakat
1.
Mewujudkan
Kehidupan Sosial yang Harmonis
Ta'awun
menciptakan lingkungan yang penuh dengan kasih sayang dan kepedulian. Ketika
individu saling membantu, akan terbentuk hubungan sosial yang lebih erat dan
harmonis. Rasulullah ﷺ
bersabda:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ،
وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ
تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
"Perumpamaan
kaum mukminin dalam hal saling mencintai, mengasihi, dan menyayangi adalah
seperti satu tubuh. Jika satu bagian sakit, maka seluruh tubuh akan merasakan
sakit dengan demam dan tidak bisa tidur."
(HR. Muslim)
2.
Meringankan Beban
Orang Lain
Dalam
kehidupan, setiap orang pasti menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.
Dengan adanya ta'awun, beban yang dirasakan seseorang akan menjadi lebih
ringan karena ada orang lain yang membantu. Islam sangat menganjurkan sikap
peduli dan empati terhadap sesama, sebagaimana disebutkan dalam hadits:
وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ
عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
"Barang
siapa yang memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya
di dunia dan di akhirat." (HR. Muslim)
3.
Memperkuat Ukhuwah
Islamiyah
Sikap
tolong-menolong menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah atau
persaudaraan sesama muslim. Dengan saling membantu dalam kebaikan, hubungan
antar individu dan komunitas akan semakin kuat.
4.
Menciptakan
Masyarakat yang Sejahtera
Ta'awun
juga berperan dalam membangun kesejahteraan sosial. Dalam konteks ekonomi,
misalnya, konsep zakat, infaq, dan sedekah merupakan bentuk nyata dari ta'awun
yang bertujuan untuk membantu mereka yang kurang mampu agar kesenjangan sosial
dapat dikurangi.
5.
Mendapat Keberkahan
dari Allah SWT
Menolong
orang lain bukan hanya memberikan manfaat duniawi, tetapi juga menjadi salah
satu jalan untuk mendapatkan keberkahan dan rahmat dari Allah SWT. Rasulullah ﷺ bersabda:
وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ
فِي عَوْنِ أَخِيهِ
"Allah
akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya."
(HR. Muslim)
Kesimpulan
Urgensi ta'awun
dalam kehidupan sangatlah besar, baik dalam aspek sosial, ekonomi, maupun
spiritual. Dengan menerapkan prinsip ini, umat Islam dapat menciptakan
masyarakat yang lebih harmonis, sejahtera, dan penuh dengan keberkahan. Oleh
karena itu, sudah seharusnya setiap individu berusaha untuk selalu menolong
sesama dalam kebaikan dan ketakwaan, sehingga tercipta kehidupan yang lebih
baik dan diridhai oleh Allah SWT.
---------------
Posting Komentar