Kultum Subuh
Adab
Berdiskusi
Ustadz
Sadmonodadi
D |
iskusi adalah salah satu cara manusia untuk bertukar
pikiran, memperluas wawasan, dan mencari solusi atas suatu permasalahan. Dalam
Islam, diskusi yang baik dianjurkan karena dapat membawa manfaat dan menambah
ilmu. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
ٱدْعُ إِلَىٰ
سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ
"Serulah (manusia) kepada jalan
Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara
yang lebih baik..."
(QS. An-Nahl: 125).
Ayat ini menunjukkan bahwa dalam menyampaikan pendapat
atau berdiskusi, seorang Muslim harus menggunakan cara yang baik, penuh hikmah,
dan tidak menyakiti perasaan lawan bicara. Agar diskusi menjadi berkah dan
tidak menimbulkan perpecahan, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan.
1. Niat yang Ikhlas
Setiap diskusi hendaknya dilakukan
dengan niat mencari kebenaran dan ilmu, bukan untuk menang atau merendahkan
orang lain. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّمَا
الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ
"Sesungguhnya amal itu
tergantung pada niatnya."
(HR. Bukhari & Muslim).
Diskusi yang didasari niat ikhlas
akan menghasilkan manfaat, sementara perdebatan yang hanya bertujuan untuk
membanggakan diri atau menjatuhkan orang lain dapat menimbulkan permusuhan.
2. Menggunakan Bahasa yang Baik dan
Santun
Islam mengajarkan umatnya untuk
menjaga lisan dalam setiap situasi, termasuk saat berdiskusi. Jangan sampai
perbedaan pendapat membuat seseorang berkata kasar atau menyakiti orang lain.
Allah SWT berfirman:
وَقُولُوا
لِلنَّاسِ حُسْنًا
"Dan ucapkanlah
kata-kata yang baik kepada manusia." (QS. Al-Baqarah: 83).
Kata-kata yang lembut dan penuh
hikmah akan lebih mudah diterima dan dapat menghindarkan diskusi dari
ketegangan.
3. Bersikap Rendah Hati dan Tidak Sombong
Dalam berdiskusi, seseorang harus
tetap rendah hati dan terbuka terhadap pendapat orang lain. Jangan merasa
paling benar sehingga menutup diri dari kebenaran. Allah SWT berfirman:
وَلَا
تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ
ٱلْجِبَالَ طُولًا
"Dan janganlah kamu
berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu tidak akan
dapat menembus bumi dan tidak akan sampai setinggi gunung." (QS. Al-Isra': 37).
Orang yang sombong dalam diskusi
sering kali menolak pendapat orang lain tanpa mendengarkan dengan baik. Sikap
seperti ini justru dapat menghalangi seseorang dari mendapatkan ilmu yang
benar.
4. Tidak Memaksakan Pendapat
Setiap orang memiliki pandangan dan
pemahaman yang berbeda-beda. Dalam diskusi, perbedaan adalah hal yang wajar.
Seorang Muslim tidak boleh memaksakan pendapatnya kepada orang lain dengan cara
yang tidak baik. Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ
يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari & Muslim).
Jika diskusi sudah mulai menjurus ke
arah perdebatan yang tidak sehat, lebih baik menghindarinya daripada
berlarut-larut dalam pertikaian.
5. Tidak Menghina atau Merendahkan
Orang Lain
Menghina atau mengejek lawan diskusi
adalah hal yang dilarang dalam Islam. Allah SWT berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟
خَيْرًا مِّنْهُمْ ...
"Wahai orang-orang yang
beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka
yang (diolok-olok) lebih baik dari mereka..." (QS. Al-Hujurat: 11).
Perbedaan pendapat seharusnya
menjadi ajang untuk saling memahami, bukan untuk saling merendahkan.
6. Menerima Kebenaran Walaupun
Berasal dari Orang Lain
Seorang Muslim yang baik adalah
mereka yang siap menerima kebenaran, meskipun berasal dari orang lain. Imam
Syafi’i rahimahullah pernah berkata:
"Pendapatku benar,
tetapi mungkin mengandung kesalahan. Pendapat orang lain salah, tetapi mungkin
mengandung kebenaran."
Dengan sikap seperti ini, diskusi
akan lebih produktif dan menghasilkan manfaat bagi semua pihak.
Kesimpulan
Berdiskusi adalah sarana yang baik untuk mencari ilmu
dan solusi dalam berbagai permasalahan. Namun, agar diskusi tidak berubah
menjadi perdebatan yang sia-sia, perlu ada adab yang harus diperhatikan,
seperti niat yang ikhlas, bahasa yang santun, rendah hati, tidak memaksakan
pendapat, tidak menghina, serta bersedia menerima kebenaran. Dengan menerapkan
adab-adab ini, diskusi akan menjadi lebih bermanfaat dan membawa keberkahan
bagi semua pihak. Semoga kita selalu diberi hikmah dalam berbicara dan berdiskusi
dengan baik. Aamiin.
--------------------
Posting Komentar