Kultum Subuh
Berbekal
untuk Akhirat
Ustadz
Sadmonodadi
D |
alam kehidupan dunia yang sementara ini, manusia sering
kali disibukkan dengan berbagai urusan duniawi, seperti mencari nafkah,
mengejar jabatan, dan menikmati kesenangan hidup. Namun, Islam mengajarkan
bahwa kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara, sedangkan kehidupan
yang hakiki adalah kehidupan di akhirat. Oleh karena itu, setiap muslim
dituntut untuk mempersiapkan bekal yang cukup agar selamat dan bahagia di
akhirat kelak.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
وَٱبْتَغِ فِيمَآ
ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا
ۖ وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى
ٱلْأَرْضِ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ
"Dan carilah pada apa yang
telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah
kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada
orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu
berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang
yang berbuat kerusakan."
(QS. Al-Qasas: 77)
Ayat ini menegaskan bahwa seorang
muslim harus menyeimbangkan antara urusan dunia dan akhirat. Dunia boleh
dicari, tetapi tidak boleh melupakan tujuan utama, yaitu kehidupan abadi di
akhirat.
Bekal yang Harus Dipersiapkan
1.
Iman dan Takwa
Iman yang kuat dan takwa kepada
Allah SWT adalah bekal utama menuju kebahagiaan akhirat. Allah berfirman:
وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ
خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
"Dan berbekallah,
sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku, wahai
orang-orang yang berakal." (QS. Al-Baqarah: 197)
Takwa meliputi menjalankan perintah
Allah dan menjauhi larangan-Nya. Orang yang bertakwa akan senantiasa
mendapatkan petunjuk dan perlindungan dari Allah.
2.
Amal Shalih
Amal shalih mencakup ibadah wajib
seperti shalat, puasa, zakat, dan haji, serta ibadah sunnah seperti sedekah,
menolong sesama, dan menjaga akhlak yang baik. Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا مَاتَ
الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ
وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
"Apabila manusia mati,
maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang
bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim)
Hadis ini menekankan pentingnya
melakukan amal yang terus mengalir pahalanya meskipun seseorang telah meninggal
dunia.
3.
Ilmu yang Bermanfaat
Menuntut ilmu, baik ilmu agama
maupun ilmu dunia yang bermanfaat, merupakan bekal penting untuk kehidupan
akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا
يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
"Barang siapa menempuh
jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju
surga."
(HR. Muslim)
Dengan ilmu, seseorang dapat
beribadah dengan benar, berbuat baik kepada sesama, dan menghindari perbuatan
yang dilarang Allah.
Kesimpulan
Setiap muslim harus senantiasa mempersiapkan diri
dengan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat. Iman, takwa, amal shalih, dan
ilmu yang bermanfaat adalah bekal utama yang akan menyelamatkan manusia di
hadapan Allah SWT. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang selalu mengingat
akhirat dan berusaha mempersiapkan bekal yang cukup sebelum ajal menjemput.
-----------------------
Posting Komentar