Kultum Subuh
Keutamaan
Memberi
Ustadz
Sadmonodadi
M |
emberi adalah salah
satu bentuk ibadah dalam Islam yang mencerminkan sikap kasih sayang,
kepedulian, dan kedermawanan terhadap sesama. Islam mendorong umatnya untuk
saling membantu, baik dalam bentuk materi maupun non-materi, dengan penuh
keikhlasan. Dengan memberi, seseorang tidak hanya membantu orang lain, tetapi
juga memperkuat rasa persaudaraan dan memperoleh keberkahan dari Allah SWT.
Memberi
adalah salah satu tindakan mulia yang sangat ditekankan dalam ajaran Islam.
Dalam Islam, memberi bukan hanya sekadar kewajiban sosial, tetapi juga bagian
dari ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memberi membawa banyak
manfaat, baik bagi penerima maupun pemberi. Allah SWT, dalam Al-Qur'an dan
hadits Nabi Muhammad ﷺ,
telah banyak menjelaskan tentang pentingnya memberi sebagai bagian dari
kebaikan yang harus dilakukan oleh umat Islam.
Berikut adalah
kebaikan yang akan diterima oleh orang yang suka memberi.
1. Memberi
adalah bukti keimanan kepada Allah
Memberi
dalam Islam merupakan tanda kuatnya iman seseorang kepada Allah SWT. Seorang
Muslim yang benar-benar percaya kepada Allah tidak hanya beriman dengan lisan,
tetapi juga dengan perbuatan. Salah satu perbuatan yang sangat dihargai oleh
Allah adalah memberi kepada orang yang membutuhkan. Allah SWT berfirman dalam
Al-Qur'an, Surat Al-Baqarah ayat 177:
وَٱلْكِتَٰبِ
وَٱلنَّبِيِّۦنَ وَءَاتَى ٱلْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ذَوِى ٱلْقُرْبَىٰ
وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَٱلسَّآئِلِينَ وَفِى
ٱلرِّقَابِ
"Bukanlah
kebaikan itu hanya menghadap wajah ke arah timur dan barat, tetapi kebaikan itu
adalah beriman kepada Allah, Hari Akhir, malaikat, kitab-kitab-Nya, dan para
nabi, serta memberi hartanya kepada kerabat, anak yatim, orang miskin, musafir,
peminta-minta, dan untuk membebaskan hamba sahaya." (QS.
Al-Baqarah: 177)
Ayat
ini menegaskan bahwa memberi kepada sesama, terutama mereka yang membutuhkan,
adalah bagian dari tanda kebaikan yang harus dimiliki oleh setiap Muslim.
Memberi bukan hanya tentang harta, tetapi juga tentang memenuhi kebutuhan orang
lain, yang merupakan bagian dari bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada
Allah.
2. Sedekah
sebagai Penghapus Dosa
Selain
sebagai bentuk ibadah, memberi juga memiliki fungsi penting sebagai penghapus
dosa. Dalam Islam, setiap amal perbuatan baik akan mendapatkan pahala dari
Allah, dan sedekah atau memberi adalah salah satu amal yang bisa menghapuskan
dosa-dosa kita. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim,
Rasulullah ﷺ bersabda:
الصَّدَقَةُ
تُطْفِئُ الْخَطَايَا كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ
"Sedekah
itu menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api."
(HR. Muslim)
3. Memberi
Membuka Pintu Rezeki
Dalam
Islam, memberi dianggap sebagai salah satu cara untuk mendapatkan lebih banyak
keberkahan dalam hidup. Allah SWT menjanjikan bahwa setiap amal yang kita
lakukan dengan ikhlas, termasuk memberi, akan digantikan dengan keberkahan yang
lebih besar. Allah SWT berfirman dalam Surat Saba' ayat 39:
قُلْ
إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ
ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ
ٱلرَّٰزِقِينَ
"Katakanlah:
'Sesungguhnya Tuhan-ku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan
menyempitkan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan apa saja yang kamu infakkan,
maka Allah akan menggantinya, dan Dia-lah sebaik-baik pemberi rezeki.'"
(QS. Saba': 39)
4. Mengajarkan
Empati dan Solidaritas Sosial
Salah
satu alasan mengapa kita harus memberi adalah untuk mengembangkan rasa empati
dan solidaritas sosial. Islam sangat menekankan pentingnya kepedulian terhadap
sesama, terutama kepada mereka yang lemah dan kurang mampu. Allah SWT berfirman
dalam Surat Al-Ma'un ayat 1-3:
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
(1)
فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ
عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ (3)
"Tahukah
kamu orang yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim dan
tidak menganjurkan memberi makan orang miskin."
(QS. Al-Ma'un: 1-3)
5. Memberi
Sebagai Wujud Rasa Syukur
Islam
mengajarkan kita untuk selalu bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah
berikan. Salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah adalah dengan memberi
kepada orang lain. Ketika kita memberi, kita mengakui bahwa segala harta yang
kita miliki adalah titipan dari Allah, dan kita diwajibkan untuk menyalurkannya
kepada yang membutuhkan. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 261:
مَّثَلُ
ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ
أَنۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ
"Perumpamaan
orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebuah benih yang
menumbuhkan tujuh tangkai. Pada setiap tangkai terdapat seratus biji."
(QS. Al-Baqarah: 261)
6. Mendapatkan
Pahala yang Berlipat Ganda
Memberi
tidak hanya menguntungkan orang yang menerima, tetapi juga bagi pemberi. Setiap
amal yang kita lakukan dengan niat yang ikhlas karena Allah akan mendapatkan
ganjaran yang berlipat ganda. Allah SWT berjanji akan membalas sedekah dengan
pahala yang lebih besar. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam
Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ
فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ
أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
"Siapa
yang memberi makan seorang Muslim yang berpuasa, maka ia akan mendapatkan
pahala seperti orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikit pun pahala
orang yang berpuasa." (HR. Bukhari)
Kesimpulan
Memberi adalah
salah satu ajaran utama dalam Islam yang membawa banyak kebaikan bagi pemberi
maupun penerima. Melalui memberi, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi
juga membersihkan diri dari dosa, membuka pintu rezeki, dan mendapatkan
keberkahan dari Allah SWT. Memberi juga merupakan wujud dari rasa syukur atas
nikmat yang Allah berikan dan cara untuk mengembangkan rasa empati serta
solidaritas sosial. Oleh karena itu, marilah kita menjadikan memberi sebagai
bagian dari kehidupan kita, karena memberi adalah amal yang tidak hanya
mendatangkan pahala di dunia, tetapi juga di akhirat.
Download Versi PDF
Posting Komentar