Kultum Subuh

Mewaspadai Istidraj

Ustadz Sadmonodadi

 

Pendahuluan

Dalam kehidupan, banyak orang yang mendapatkan kekayaan, jabatan, dan kesuksesan meskipun mereka jauh dari ketaatan kepada Allah. Fenomena ini dalam Islam dikenal sebagai istidraj, yaitu ketika seseorang diberikan berbagai kenikmatan duniawi sebagai bentuk ujian, bukan sebagai tanda keberkahan. Istidraj adalah kondisi yang berbahaya karena membuat seseorang semakin lalai dari peringatan Allah dan merasa aman dalam kemaksiatan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami konsep istidraj agar tidak terjebak dalam tipu daya dunia yang menyesatkan.

Pengertian Istidraj

Istidraj berasal dari kata daraja yang berarti "tangga" atau "bertingkat-tingkat". Dalam konteks Islam, istidraj berarti pemberian nikmat secara bertahap kepada seseorang yang terus menerus berbuat dosa, hingga akhirnya ia semakin jauh dari Allah tanpa menyadarinya. Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللَّهَ تَعَالى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنْهُ اسْتِدْرَاجٌ

"Apabila engkau melihat Allah memberikan nikmat dunia kepada seorang hamba yang selalu berbuat maksiat, ketahuilah bahwa itu adalah istidraj." (HR. Ahmad dan Thabrani)

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an mengenai istidraj:

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

"Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa." (QS. Al-An’am: 44)

Dari ayat ini, kita bisa memahami bahwa tidak semua nikmat merupakan tanda keridhaan Allah. Terkadang, nikmat tersebut justru merupakan ujian yang bisa menjerumuskan seseorang ke dalam kebinasaan. Ketika seseorang terus-menerus melakukan maksiat, tetapi tetap diberi rezeki yang melimpah, pangkat yang tinggi, dan kehidupan yang nyaman, bisa jadi itu adalah istidraj—hukuman tersembunyi dari Allah yang diberikan secara perlahan.

Ciri-Ciri Orang yang Terkena Istidraj

  1. Semakin jauh dari Allah

Mereka tidak lagi peduli dengan kewajiban agama seperti shalat, dzikir, dan ibadah lainnya. Ketika seseorang merasa tidak membutuhkan Allah dalam hidupnya, itu bisa menjadi tanda bahwa ia sedang berada dalam keadaan istidraj.

  1. Meremehkan dosa

Orang yang terkena istidraj tetap tenang meskipun terus berbuat maksiat. Ia tidak lagi merasa bersalah atau menyesal ketika melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah. Bahkan, ia mungkin menganggap dosa sebagai sesuatu yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan.

  1. Merasa aman dari azab Allah

Mereka menganggap bahwa semua kenikmatan yang mereka peroleh adalah tanda keberhasilan, padahal bisa jadi itu hanyalah penundaan sebelum datangnya azab. Allah SWT memperingatkan dalam Al-Qur’an:

أَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

"Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang datang) secara tiba-tiba? Tidak ada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (QS. Al-A'raf: 99)

Agar Terhindar dari istidraj

1.      Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Rasulullah SAW bersabda:

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

"Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali." (HR. Bukhari)

2.      Menggunakan Nikmat untuk Kebaikan

Allah memberikan nikmat agar manusia semakin mendekat kepada-Nya, bukan untuk berbuat maksiat. Oleh karena itu, setiap harta, ilmu, dan jabatan yang diberikan harus digunakan sesuai dengan syariat.

3.      Tidak Terlalu Terpukau dengan Dunia

Rasulullah SAW mengingatkan :

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

"Sesungguhnya dunia ini manis dan hijau (indah), dan sesungguhnya Allah menjadikan kamu khalifah di dalamnya. Maka berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah terhadap wanita." (HR. Muslim)

Kesimpulan

Istidraj adalah kondisi di mana seseorang diberikan nikmat dunia tetapi dalam keadaan menjauh dari Allah. Ini bukanlah tanda keberkahan, melainkan ujian yang bisa berujung pada kebinasaan. Oleh karena itu, seorang Muslim harus selalu waspada, selalu bersyukur, dan menggunakan nikmat yang diberikan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Dengan begitu, kita dapat terhindar dari istidraj dan memperoleh keberkahan dalam hidup di dunia dan akhirat.

 -------------------------

     Download Versi PDF 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama