Kultum Subuh

Tawakal Kepada Allah

Ustadz Sadmonodadi

 

Tawakkal adalah sikap berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berusaha dengan maksimal. Tawakkal bukan berarti meninggalkan usaha, tetapi menggabungkan usaha, doa dan keyakinan penuh bahwa segala hasil berada di tangan Allah. Tawakkal diperintahkan oleh Allah SWT melalui firman-Nya didalam Al-Qur'an:

 فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

"Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal."
(QS. Al-Imran: 159)

Dalam bertawakkal, seorang Muslim harus memiliki adab-adab tertentu agar tawakkalnya benar, diterima oleh Allah dan bermanfaat bagi dirinya. Berikut adalah beberapa adab tawakkal yang penting untuk diperhatikan:

1.   Berusaha dengan Maksimal Sebelum Bertawakkal

Tawakkal bukan berarti pasrah tanpa usaha. Seorang Muslim harus berusaha sungguh-sungguh dengan cara yang dibenarkan  syariat sebelum menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Dalam sebuah riwayat ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Wahai Rasulullah, apakah saya ikat unta saya lalu tawakal kepada Allah Azza wa Jalla ataukah saya lepas saja sambil bertawakal kepada-Nya ? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :

إِعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ

“Ikatlah dulu untamu itu kemudian baru engkau bertawakal !” (HR. At-Tirmidzi no. 2517, hasan)

2.   Meyakini Bahwa Hanya Allah yang Mengatur Segala Sesuatu

Seorang Muslim harus yakin bahwa hanya Allah yang menentukan segala hasil dari usaha yang dilakukan. Tidak ada yang terjadi tanpa izin-Nya.

وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ وَكِيلًا

Allah berfirman: "Dan bertawakkallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai Pelindung." (QS. Al-Ahzab: 3)

3.   Tidak Bergantung kepada Makhluk

Tawakkal berarti bersandar hanya kepada Allah, bukan kepada manusia, benda, atau kekuatan lain. Seorang Muslim harus percaya bahwa pertolongan sejati hanya datang dari Allah.

وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓا۟ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Allah berfirman: "Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman." (QS. Al-Ma'idah: 23)

4.   Tidak Putus Asa dan Tetap Bersabar

Saat menghadapi ujian atau kegagalan, seorang Muslim tidak boleh berputus asa. Tawakkal yang benar disertai dengan kesabaran dalam menerima ketentuan Allah. Rasulullah bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ

"Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

5.   Menjadikan Tawakkal sebagai Sumber Ketenangan Hati

Tawakkal harus mendatangkan ketenangan dan ketenteraman dalam hati, karena seseorang yang benar-benar bertawakkal akan merasa cukup dengan Allah. Allah berfirman:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

"Barang siapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya." (QS. At-Talaq: 3)

6.   Meninggalkan Sifat Ragu dan Takut Berlebihan

Tawakkal yang benar menghilangkan rasa takut dan ragu dalam menjalani kehidupan, karena seorang Muslim percaya bahwa Allah adalah sebaik-baik pelindung. Rasulullah bersabda:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ

"Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah." (HR. Tirmidzi)

Kesimpulan

Tawakkal adalah salah satu bentuk ibadah hati yang harus disertai usaha, keyakinan, kesabaran, dan tidak bergantung kepada selain Allah. Dengan memahami dan mengamalkan adab-adab tawakkal, seorang Muslim akan merasakan ketenangan dan kekuatan dalam menjalani kehidupan. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang selalu bertawakkal dengan benar. Aamiin

 

-----

 Download Versi PDF

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama