Kultum Subuh

Adab Bermedia Sosial dalam Islam

Ustadz Sadmonodadi

 

 

D

i era globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, media sosial telah menjadi salah satu saran`a komunikasi utama bagi banyak orang di seluruh dunia. Berbagai platform seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan WhatsApp memungkinkan kita untuk berbagi informasi, berkomunikasi dengan orang lain, dan mengakses berbagai berita dengan mudah. Namun, kemudahan ini juga membawa tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga etika dan adab dalam berinteraksi di dunia maya.

Peran media sosial tidak hanya terbatas pada sarana komunikasi, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, hiburan, dan bahkan politik. Dalam dunia pendidikan, misalnya, media sosial menjadi alat yang efektif untuk berbagi ilmu pengetahuan dan meningkatkan akses terhadap sumber belajar. Sementara dalam bidang ekonomi, media sosial menjadi platform utama bagi banyak bisnis untuk memasarkan produk dan menjangkau pelanggan secara global.

Sebagai seorang Muslim, setiap aspek kehidupan kita, termasuk penggunaan media sosial, harus tetap berlandaskan nilai-nilai Islam. Dalam Islam, interaksi sosial memiliki aturan yang jelas untuk menjaga keharmonisan, menghindari perselisihan, dan menebarkan manfaat bagi sesama. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami dan menerapkan adab-adab bermedia sosial agar tetap berada dalam koridor syariat Islam.

1.      Menjaga Lisan dan Tulisan

Dalam Islam, setiap ucapan dan tulisan harus mencerminkan kebaikan. Rasulullah bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam konteks media sosial, kita harus memastikan bahwa setiap unggahan, komentar, dan pesan yang kita sebarkan tidak mengandung unsur fitnah, kebohongan, atau provokasi yang dapat merusak persaudaraan.

2.      Menghindari Penyebaran Berita Bohong (Hoaks)

Al-Qur'an mengingatkan agar kita selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ ..

"Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti..." (QS. Al-Hujurat: 6).

Oleh karena itu, sebelum membagikan informasi di media sosial, kita harus memastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

3.      Tidak Menggunjing dan Mencela Orang Lain

Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱجْتَنِبُوا۟ كَثِيرًا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ ٱلظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا۟ وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

"Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat: 12).

Dalam bermedia sosial, kita harus menghindari perbuatan mencela, merendahkan, atau menyebarkan aib orang lain, baik secara langsung maupun melalui sindiran.

4.      Menggunakan Waktu dengan Bijak

Islam mengajarkan kita untuk memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang bermanfaat. Rasulullah bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

"Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. Bukhari).

Jangan sampai media sosial membuat kita lalai dari kewajiban utama seperti shalat, bekerja, belajar, dan beribadah.

5.      Menyebarkan Konten yang Bermanfaat

Sebagai seorang Muslim, kita dianjurkan untuk menyebarkan kebaikan. Rasulullah bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ, فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

"Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya." (HR. Muslim).

Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan ilmu, nasihat, dan hal-hal yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

6.      Menjaga Privasi dan Kehormatan Diri serta Orang Lain

Tidak semua hal perlu diunggah ke media sosial. Menjaga privasi dan tidak membuka aib diri sendiri maupun orang lain adalah bagian dari akhlak Islam.

Rasulullah bersabda:

مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

"Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat." (HR. Muslim).

Dengan memahami dan menerapkan adab-adab ini, kita dapat menjadikan media sosial sebagai sarana yang membawa keberkahan, bukan sekadar tempat hiburan atau ajang perselisihan. Semoga kita selalu diberi hikmah dalam berinteraksi di dunia maya maupun nyata. Aamiin.

  -------------------

 Download Versi PDF

 

 

Post a Comment

أحدث أقدم