Kultum Subuh
Adab
Bertutur Kata
Ustadz
Sadmonodadi
D |
alam Islam, bertutur kata dengan baik merupakan salah
satu bentuk akhlak mulia yang sangat ditekankan. Perkataan yang baik tidak
hanya mencerminkan kepribadian seseorang, tetapi juga memiliki dampak besar
dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, seorang Muslim harus menjaga lisannya
agar tidak menyakiti orang lain dan selalu mengucapkan kata-kata yang membawa
manfaat.
Pentingnya Adab Bertutur Kata
Islam mengajarkan bahwa setiap ucapan akan
dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam
Al-Qur'an:
مَّا يَلْفِظُ مِن
قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
"Tidak ada suatu kata yang
diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap
(mencatat)."
(QS. Qaf: 18)
Dari ayat ini, dapat dipahami bahwa setiap perkataan
yang keluar dari lisan kita harus diperhatikan dengan baik. Perkataan yang
buruk, seperti dusta, ghibah (menggunjing), dan fitnah, dapat membawa dampak
negatif baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Adab Bertutur Kata
Diantara adab-adab bertutur kata adalah :
1.
Berkata yang Benar dan Jujur Kejujuran dalam bertutur
kata adalah prinsip utama dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي
إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
"Hendaklah kalian
berkata jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membawa kepada kebaikan, dan
kebaikan itu membawa ke surga." (HR. Bukhari dan Muslim)
Perkataan yang jujur akan membawa
keberkahan dan kepercayaan dalam kehidupan sehari-hari.
2.
Menghindari Perkataan yang Menyakiti Islam melarang perkataan
yang menyakiti hati orang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ
سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
"Seorang Muslim yang
baik adalah yang menjaga orang lain dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karena itu, kita harus
berhati-hati dalam berbicara agar tidak menyakiti perasaan orang lain.
3.
Berkata dengan Lemah Lembut Allah SWT memerintahkan
kita untuk berbicara dengan lemah lembut, sebagaimana firman-Nya:
وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًا
"Dan ucapkanlah
kata-kata yang baik kepada manusia..." (QS. Al-Baqarah: 83)
Bertutur kata dengan lemah lembut
akan menciptakan suasana yang damai dan harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.
4.
Menjauhi Ghibah dan Fitnah Ghibah atau membicarakan
keburukan orang lain tanpa sepengetahuannya adalah perbuatan yang dilarang
dalam Islam. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَجَسَّسُوا۟
وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ
أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ
"Dan janganlah
menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kalian yang suka
memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentulah kalian merasa jijik
kepadanya."
(QS. Al-Hujurat: 12)
Ghibah tidak hanya merusak hubungan
sosial tetapi juga menyebabkan dosa besar di sisi Allah SWT.
Kesimpulan
Adab bertutur kata merupakan cerminan akhlak seorang
Muslim. Perkataan yang baik akan membawa kebaikan dan keberkahan, sedangkan
perkataan yang buruk dapat membawa keburukan dan permusuhan. Oleh karena itu,
sebagai seorang Muslim, kita harus senantiasa menjaga lisan kita agar selalu
berkata baik, jujur, dan bermanfaat bagi orang lain, sebagaimana sabda
Rasulullah SAW:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ
بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barang siapa yang beriman
kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
Semoga kita semua dapat mengamalkan adab bertutur kata
dengan baik dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin.
-----------
إرسال تعليق