Kultum Subuh
Agar
Beramal Terasa Nikmat
Ustadz
Sadmonodadi
B |
eramal adalah salah
satu bentuk ibadah yang sangat dicintai oleh Allah. Namun, tidak sedikit di
antara kita yang merasa berat melakukannya. Kadang, amal terasa seperti beban,
bukan sumber kebahagiaan. Padahal, jika dilakukan dengan hati yang ikhlas dan
cara yang benar, beramal itu akan terasa nikmat.
Lalu, bagaimana
caranya agar beramal terasa nikmat?
Pertama, luruskan
niat. Niat adalah fondasi utama dalam setiap amal. Sebelum memulai suatu
amal atau kebaikan, dipastikan terlebih dahuluniatnya benar dan tulus. Niat
yang baik akan menentukan nilai dari amal yang dilakukan. Jangan sampai amal
dilakukan hanya untuk mencari pujian atau pengakuan dari orang lain, melainkan
karena mengharap ridha dan keberkahan dari Tuhan.
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إنَّمَا الأعمَال
بالنِّيَّاتِ وإِنَّما لِكُلِّ امريءٍ ما نَوَى
"Sesungguhnya
setiap amal itu ada niatnya dan setiap urusan itu tergantung pada
niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Jika niat kita
adalah mencari ridha Allah, maka amal akan terasa ringan dan penuh keberkahan.
Kedua, ingat
manfaat amal bagi diri sendiri. Allah berfirman:
إِنْ أَحْسَنتُمْ
أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ
"Jika
kamu berbuat baik, maka kebaikan itu untuk dirimu sendiri."
(QS. Al-Isra’: 7).
Setiap amal baik yang dilakukan akan memberikan manfaat, baik di dunia maupun
di akhirat. Misalnya, berbuat baik kepada orang lain dapat mempererat hubungan
sosial, menumbuhkan ketenangan hati, dan bahkan menjadi sebab datangnya
keberkahan dalam hidup. Dengan menyadari manfaatnya, seseorang akan lebih
termotivasi untuk terus beramal. Ketika kita menyadari bahwa amal yang kita
lakukan adalah investasi akhirat, maka semangat untuk beramal akan muncul
dengan sendirinya.
Ketiga, mulailah
dengan amal yang ringan dan konsisten. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ
إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Amal
yang paling dicintai Allah adalah amal yang kontinu, meskipun sedikit."
(HR. Bukhari dan Muslim).
Tidak perlu
langsung melakukan amal yang besar dan berat. Mulailah dengan sesuatu yang
sederhana tetapi dilakukan secara rutin. Misalnya, membaca satu ayat kitab suci
setiap hari, menyisihkan sebagian kecil pendapatan untuk bersedekah, atau
tersenyum kepada orang lain. Konsistensi dalam kebaikan lebih utama daripada
melakukan amal besar tetapi hanya sekali-sekali. Jika sudah terbiasa, insya
Allah akan terasa nikmat.
Keempat, bersahabat
dengan orang-orang saleh.
Lingkungan sangat
memengaruhi kebiasaan dan perilaku seseorang. Dengan bergaul bersama
orang-orang yang senantiasa berbuat kebaikan, kita akan lebih mudah terdorong
untuk melakukan hal yang sama. Persahabatan yang baik akan memberikan
inspirasi, dukungan, dan motivasi untuk terus menjalani kehidupan dengan penuh Kebajikan.
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ
خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
Nikmatnya amal
bukan hanya terasa di dunia, tetapi juga di akhirat. Sebagaimana janji Allah
dalam Al-Qur’an:
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia
akan melihat balasannya." (QS. Az-Zalzalah: 7).
Semoga Allah
memudahkan kita untuk terus beramal dan merasakan nikmat dalam melakukannya.
Jangan lupa, sekecil apa pun amal kita, jika dilakukan dengan hati yang ikhlas,
akan menjadi besar di sisi Allah.
Wallahu
a’lam bish-shawab.
---------------------------
إرسال تعليق