Kultum Subuh
Berhusnudzan
Kepada Allah
Ustadz
Sadmonodadi
H |
usnudzan atau berprasangka baik kepada Allah adalah
sikap yang sangat dianjurkan dalam Islam. Dengan berhusnudzan, kita menunjukkan
keimanan dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT, bahwa segala ketetapan-Nya
adalah yang terbaik untuk hamba-Nya.
Husnudzan atau berprasangka baik
kepada Allah adalah sikap yang dianjurkan dalam Islam. Seorang Muslim harus
selalu meyakini bahwa segala ketetapan Allah adalah yang terbaik, meskipun
terkadang sulit dipahami oleh akal manusia. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:
وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ خَيْرٌ
لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ
"Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 216)
Agar husnudzan kepada Allah
benar-benar tertanam dalam hati, kita perlu memahami adab-adabnya. Berikut
adalah beberapa adab berhusnudzan kepada Allah beserta dalil-dalilnya:
1. Meyakini Bahwa Allah Maha Pengasih dan
Penyayang
Seorang Muslim harus selalu yakin
bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada hamba-Nya. Rasulullah SAW
bersabda:
اللَّهُ
أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا
"Sesungguhnya Allah
lebih penyayang kepada hamba-hamba-Nya daripada seorang ibu kepada
anaknya."
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Berdoa dengan Penuh Keyakinan
Saat berdoa, hendaknya seseorang
memiliki keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya dengan cara terbaik.
Rasulullah SAW bersabda:
ادْعُوا اللَّهَ
وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ
دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ
"Berdoalah kepada Allah
dengan keyakinan bahwa doa akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak
akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan lengah."
(HR. Tirmidzi)
3. Tidak Berputus Asa dari Rahmat Allah
Seorang Muslim tidak boleh berputus
asa dari rahmat dan ampunan Allah, meskipun telah melakukan banyak dosa. Allah
SWT berfirman:
قُلْ يَٰعِبَادِىَ
ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ
ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ
ٱلرَّحِيمُ
"Katakanlah: 'Hai
hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah
kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa
semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'"
(QS. Az-Zumar: 53)
4. Menerima Takdir dengan Lapang Dada
Husnudzan kepada Allah berarti menerima
segala ketetapan-Nya dengan hati yang lapang, baik itu berupa ujian maupun
nikmat. Rasulullah SAW bersabda:
عَجَبًا لأَمْرِ
الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ
لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ
أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
"Sungguh menakjubkan
perkara seorang mukmin! Sesungguhnya segala urusannya adalah baik baginya. Jika
ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia ditimpa
kesulitan, ia bersabar, maka itu juga baik baginya." (HR. Muslim)
5. Meningkatkan Ketaatan kepada Allah
Dengan meningkatkan ibadah dan
ketaatan, seseorang akan semakin yakin dengan keadilan dan kasih sayang Allah.
Husnudzan kepada Allah juga berarti percaya bahwa setiap amal baik akan dibalas
dengan kebaikan.
Kesimpulan
Husnudzan kepada Allah adalah sikap yang harus dimiliki
oleh setiap Muslim. Dengan meyakini kasih sayang-Nya, tidak berputus asa dari
rahmat-Nya, dan menerima takdir dengan lapang dada, maka hati akan menjadi
lebih tenang dan penuh harapan. Semoga kita termasuk hamba yang selalu
berhusnudzan kepada Allah dalam setiap keadaan. Aamiin.
Download Versi PDF
إرسال تعليق