Kultum Subuh
Saat
Do’a Lambat Terkabul
Ustadz
Sadmonodadi
D |
alam kehidupan sehari-hari, setiap manusia pasti
memiliki harapan dan keinginan yang mereka panjatkan kepada Allah SWT melalui
doa. Namun, ada kalanya doa yang kita panjatkan belum juga dikabulkan dalam waktu
yang kita harapkan. Hal ini tentu bisa menimbulkan kegelisahan bagi sebagian
orang. Lantas, apa yang harus kita lakukan ketika doa belum dikabulkan?
1. Bersabar dan Terus Berdoa
Allah SWT menyuruh hamba-Nya untuk
bersabar dalam setiap ujian dan tetap yakin bahwa doa pasti dikabulkan pada
waktu yang tepat. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
وَٱسْتَعِينُوا۟
بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ
"Dan mintalah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang
demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." (QS. Al-Baqarah: 45)
Sabar adalah kunci utama dalam
menghadapi keterlambatan jawaban doa. Allah lebih mengetahui waktu yang paling
baik untuk mengabulkan doa hamba-Nya.
2. Yakin Bahwa Allah Maha Mengetahui yang Terbaik
Terkadang, apa yang kita minta belum
tentu baik bagi kita. Allah mengetahui segala sesuatu yang terbaik bagi
hamba-Nya, bahkan lebih dari yang kita sadari. Allah berfirman:
وَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا
وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّوا۟ شَيْـًٔا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ
ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Boleh jadi kamu
membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai
sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: 216)
Ayat ini mengajarkan kita untuk selalu percaya pada takdir Allah dan memahami bahwa keterlambatan atau tidak dikabulkannya doa bukanlah bentuk pengabaian, melainkan bagian dari rencana terbaik-Nya.
3. Introspeksi Diri dan Meningkatkan Kualitas
Ibadah
Salah satu alasan doa belum
dikabulkan bisa jadi karena dosa atau kurangnya keikhlasan dalam beribadah.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk introspeksi diri, memperbaiki amal,
dan semakin mendekatkan diri kepada Allah. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ
بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ
"Sesungguhnya seorang
hamba terhalang dari rezekinya karena dosa yang diperbuatnya." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Memperbanyak istighfar, meningkatkan
ketakwaan, dan memperbaiki hubungan dengan Allah dapat menjadi jalan untuk
dikabulkannya doa.
4. Memahami Bahwa Doa Dikabulkan dalam Tiga
Bentuk
Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ
لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ، وَلَا قَطِيعَةُ رَحِمٍ، إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ بِهَا
إِحْدَى ثَلَاثٍ: إِمَّا أَنْ
تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ، وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ،
وَإِمَّا أَنْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا» قَالُوا: إِذنْ
نُكْثِرُ، قَالَ: «اللهُ أَكْثَرُ
"Tidaklah seorang
muslim berdoa kepada Allah dengan doa yang tidak mengandung dosa atau pemutusan
silaturahmi, kecuali Allah akan memberikan kepadanya salah satu dari tiga hal:
(1) Allah segera mengabulkan doanya, (2) Allah menyimpannya untuknya di akhirat,
atau (3) Allah menghindarkan keburukan darinya sebagai pengganti doa
tersebut."
(HR. Ahmad dan Hakim)
Hadis ini mengajarkan kita untuk
tetap berprasangka baik kepada Allah. Doa yang kita panjatkan pasti akan
mendapat balasan, meskipun dalam bentuk yang berbeda dari yang kita harapkan.
Kesimpulan
Ketika doa belum dikabulkan, janganlah berputus asa.
Sebaliknya, kita harus bersabar, tetap berprasangka baik kepada Allah,
memperbaiki diri, dan terus berdoa dengan penuh keyakinan. Allah Maha Mendengar
dan Maha Mengetahui waktu yang paling tepat untuk mengabulkan doa hamba-Nya.
Semoga kita semua termasuk hamba yang sabar dan selalu dekat dengan Allah dalam
setiap keadaan
------------------
إرسال تعليق